Tampilkan postingan dengan label mengapa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mengapa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Oktober 2009

SEBAB- SEBAB DO’A TERTOLAK



            Dahulu pada abad ke- 8 Masehi, hiduplah seorang ulama Sufie yang terkenal sangat alim. Saking alimnya, banyak ucapannya yang mengandung mutiara hikmat.
            Pada suatu hari, beliau berkunjung ke negeri Basrah dan setibanya di sana, beliau mendapat pertanyaan dari sebagian besar penduduk negeri tersebut perihal sebab do’anya tidak kunjung terkabul.
            Ibrahim bin Adham memberikan penjelasan, bahwa do’a tidak kunjung terkabul itu ada sepuluh macam sebab :
1.      Kamu akui mengenal Allah, namun hak- hak- Nya tidak kamu penuhi. Maksudnya setiap nikmat yang diberikan kepadamu, kamu tidak mau mensyukurinya, bahkan kamu ingkari adanya dan kamu lupakan Dia.
2.      Kamu baca Al- Qur’an berulang kali, namun isi yang terkandung di dalamnya tidak kamu amalkan.
Maksudnya, Al- Qur’an hanya untuk bacaan belaka, dibuat hiasan di rumah dan untuk dilombakan. Tetapi isinya tidak dipelajari untuk diterapkan di dalam kehidupannya.
3.      Kamu akui cinta Rasulullah SAW, namun nasehat- nasehatnya tidak kamu jalankan.
Maksudnya, beliau sering menunjukkan jalan yang lurus dan jalan yang sesat. Tetapi kebanyakan mereka menempuh jalan yang sesat.
4.      Kamu akui syetan itu adalah musuh manusia yang nyata, namun kamu telah patuh kepadanya.
Maksudnya, manusia sering kali memperturutkan kehendak hawa nafsunya. Padahal yang demikian itu sama halnya dengan memperturutkan perilaku syetan.
5.      Kamu sering kali berdo’a mohon dihindarkan dari siksa api neraka, namun kaku jerumuskan dirimu ke dalamnya dengan banyak berbuat dosa dan maksiat.
Maksudnya, manusia yang menginginkan dirinya terhindar dari siksa neraka maka hendaklah ia menjauhi perbuatan dosa. Sebab bila ia menjalani perbuatan dosa, maka sama halnya mencampakkan dirinya ke dalam neraka.
6.      Kamu sering kali berdo’a mohon supaya bisa masuk surga, namun kamu tidak mau beramal baik untuknya.
Maksudnya, semua manusia tentunya ingin hidup senang di surga, tetapi kebanyakan mereka enggan berbuat baik untuk mendapatkan surga itu.
7.      Kamu percayai kematian itu pasti datang, namun kamu tidak mau mempersiapkan diri menghadapi kematian.
Maksudnya, semua manusia telah menyadari bahwa hidup di dunia bersifat sementara, sedang hidup di akhirat itu kekal. Tetapi kebanyakan mereka lupa akan hal itu, sehingga sering kali berbuat dosa.
8.      Kamu sering sibuk mengurusi aib orang lain, namun aibmu sendiri kamu lupakan.
9.      Kamu makan rizqi dari pemberian Allah, namun kamu tidak mau mensyukuri pemberian itu.
Maksudnya,
10.  Kamu kuburkan orang yang meninggal dunia, namun kamu tidak mau mengambil pelajaran dari peristiwa itu.
Maksudnya, sebenarnya manusia bila mengantarkan jenazah ke kubur itu dapat mengambil pelajaran, bahwa hari ini aku yang mengantarkan, tetapi besok aku yang diantarkan. Dari itu, aku harus mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian dengan memperbanyak amal kebajikan.

Demikian di antara 10 macam sebab tertolaknya suatu do’a menurut penjelasan Ibrahim bin Adham kepada orang- orang Basrah. Yang mana bila do’a tidak mendapat pengabulan, maka janganlah menyalahkan Allah, melainkan koreksilah diri kita sendiri, sudahkah kita berdo’a dengan aturan- aturan yang telah dijelaskan sebelumnya?
Tuhan tidak akan mengingkari janji- Nya, sebagaimana tercermin dalam firman-Nya :

”... UD’ UUNII ASTAJIB LAKUM ...”

Artinya :
            ”Berdo’alah kamu kepada- Ku, niscaya Aku kabulkan do’amu.”
(Surat Al- Mu’min ayat 60)

Maka itu, marilah kita berdo’a dengan berpijak pada aturan- aturan yang sudah dijelaskan di artikel sebelumnya. Karena dengan berpijak pada aturan- aturan yang telah ditetapkan, maka dapat dipastikan do’a kita akan terkabul, sehingga kita akan menemukan apa yang kita idam- idamkan.

MENGAPA HARUS BERDO’A ?



Dengan mengetahui fungsi do’a, maka kita bisa berkesimpulan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan manusia harus berdo’a. Dimana beberapa faktor ini nanti sebagai jawaban judul bab di atas, yaitu Mengapa Harus Berdo’a?

Adapun sebab- sebab manusia harus berdo’a ialah :
  1. Sebab Manusia Makhluk Lemah.
Sebagaimana tersebut dalam firman Allah :

”WA KHULIQAL INSAANU DHA’ IIFAN.”

Artinya :
            ”Dan diciptakannya manusia itu dalam keadaan lemah.”
(Surat An- Nisa’ ayat 28)

Kelemahan manusia ini bisa dikabulkan dikala menghadapi bencana yang dirinya tidak bisa menanggulangi. Dimana pada akhirnya ia lari kepada Allah untuk berdo’a, memohon pertolongan dari- Nya.

  1. Sebab Adanya Perintah
Sebagaimana tersebut dalam firman Allah :
     
”UD’ UUNII ASTAJIB LAKUM.”
    
Artinya :
                  ”Berdo’alah kepada- Ku, niscaya Ku- kabulkan do’amu.”
(Surat Al- Mu’min ayat 60)

Berdo’a kepada Allah adalah merupakan keharusan bagi manusia yang tidak boleh ditinggalkan. Dan keharusan berdo’a ini disebabkan manusia banyak mengalami kekurangan. Dari itu manusia yang enggan berdo’a adalah manusia yang sombong, tidak menyadari akan dirinya sendiri. Ketahuilah, bahwa nanti dia akan mendapat murka di sisi Allah.

  1. Sebab Diri Merasa Terpanggil
Sebagaimana tersebut dalam firman Allah :
     
”FA IDZAA MASSAL INSAANA DHURRUN DA’ AANAA.”
    
Artinya :
                  “Dan apabila bencana menimpa manusia, ia berdo’a kepada Kami.”
(Surat Az- Zumar ayat 49)

Rupanya sudah menjadi naluri manusia, bahwa bila ia ditimpa suatu bencana yang sekiranya tidak bisa menghindar lalu ingat kepada Tuhannya dan berdo’a. Hal yang demikian ini, sebenarnya tidak boleh. Karena seakan- akan kamu pada waktu lapang dan sempit, karena bila kamu berdo’a pada waktu lapang, Tuhan akan ingat kamu pada waktu sempit.

  1. Sebab Masa Depan yang Belum Pasti
Sebagaimana tersebut dalam firman Allah :

”WA LAA TAQUULANNA LI SYAI-IN INNII FAA’ ILUNDZAALIKA GHADAN ILLA AN YASYAA- AL LAAHU.”
    
Artinya :
”Dan janganlah kamu katakan tentang sesuatu (pekerjaan) : ”Sesungguhnya aku akan mengerjakan yang demikian itu besok.””
(Surat Al- Kahfi ayat 23- 24)

Manusia tidak bisa menentukan dirinya untuk masa depan yang cerah. Oleh karena itu, manusia hanya bisa berencana namun pada hakekatnya, Tuhanlah yang menentukannya. Dan untuk mencapai masa depan yang cerah, manusia harus berdo’a, sebab dia tidak bisa menentukan kecerahan dirinya di masa depannya.