Selasa, 20 Oktober 2009

ADAB- ADAB BERDO’A



Setelah kita ketahui dan kita penuhi syarat- syarat terkabulnya do’a, maka harus kita ketahui dan penuhi pula adab- adab berdo’a. Karena dengan melaksanakan adab- adab berdo’a, maka dapat dipastikan do’a kita akan terkabul.
            Ketahuilah, bahwa di dalam berdo’a yang kita hadapi adalah Allah, bukan lainnya. Dari itu kita harus menggunakan tata cara yang baik dan bersikap sopan santun kepada- Nya, sebagaimana kita harus menggunakan beberapa syarat yang telah dijelaskan di atas. Adapun adab- adab berdo’a antara lain :
  1. Diawali dengan Basmalah, Hamdalah dan Shalawat
Sebelum berdo’a, hendaklah dahului dengan bacaan : ”Basmalah”, ”Hamdalah”, dan ”Shalawat”. Umpamanya :

”BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIMI. ALHAMDU LIL LAAHI RABBIL ’AALAMIINA. ALLAAHUMMA SHALLI ’ALAA MUHAMMADIN WA’ALAA AALIHI WA SHAHBIHI WA SALLIM.”

Artinya :
            ”Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan salam kepada Nabi Muhammad teriring keluarga dan segenap sahabat beliau.”

  1. Diawali dengan Istighfar
Sebelum berdo’a, hendaklah kita dahulukan dengan memperbanyak membaca Istighfar dan bertaubat kepada Allah. Umpamanya dengan membaca :

”ASTAGHFIRUL LAAHAL ’ADLIIMAL LADZII LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAYYUUMU WA ATUUBU ILAIHI.”

Artinya :
            ”Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung. Dzat Yang tiada Tuhan melainkan hanya Dia Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya.”

  1. Diawali dengan Asma’ul Husna
Sebelum berdo’a hendaklah didahului dengan menyebut salah satu dari nama- nama Allah yang husna (indah). Sebagaimana tersebut dalam firman- Nya sebagai berikut :

”WA LIL LAAHIL ASMAA-UL HUSNAA FAD’UUHU BIHAA WA DZARUL LADZIINA YULHIDUUNA FII ASMA- IHI SAYUJZAUNA MAA KAANUU YA’MALUUNA.”

Artinya :
            ”Dan bagi Allah itu mempunyai nama- nama yang indah, maka berdo’alah kamu kepada-Nya dengan menyebut nama- nama-Nya, dan tinggalkan orang- orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama- nama- Nya. Mereka nanti akan mendapatkan balasan dari perbuatan mereka. ”
(Surat Al- A’raf ayat 180)

Disamping itu Rasulullah SAW, telah menjelaskan bahwa tatkala beliau lewat di depan seorang lelaki bernama Abu Iyasy Zaid bin Shamit Az Zuraqie yang sedang shalat, lalu berdo’a :

”ALLAAHUMMA INNII AS- ALUKA BI ANNA LAKAL HAMDA, LAA ILAAHA ILLAA ANTA, YAA HANNAANU YAAMANNAANU YAA BADII’ AS SAMAAWAATI WAL ARDHA, YAADZAL JALAALI WAL IKRAAMI”

Artinya :
            ”Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu, bahwa bagi- Mu lah segala puji. Tiada Tuhan melainkan hanya Engkau. Wahai Dzat Yang Maha Memberi lagi tempat tumpuan segala harapan, Wahai Dzat Pencipta langit dan bumi. Wahai Dzat Yang Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan.”

Mendengar do’anya itu, lalu beliau bersabda :
            ”Sesungguhnya kamu telah memohon kepada Allah dengan menyebut Ismul A’dlom (nama- Nya yang agung), yang apabila dimohonkan dengan nama- nama- Nya itu akan dikabulkan dan bila dimintai dengannya juga akan diberi.”
(Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Abu Daud dan Nasa’i)

  1. Diulang Tiga Kali
Bila berdo’a sebaiknya diulang sebanyak tiga kali. Sebagaimana dinyatakan oleh Ibnu Mas’ud r.a :

”KAANA ’ALAIHISH SHALAATU WAS SALAAMU IDZAA DA’AA DA’AA TSALAATSAN WA IDZAA SAALA SA-ALA TSALAATSAN.”

Artinya :
            ”Adalah Nabi a.s Apabila beliau berdo’a berdo’a tiga kali, dan apabila meminta juga meminta tiga kali.”
(Diriwayatkan oleh Muslim)

Berdo’a atau meminta sesuatu kepada Allah yang diulang tiga kali itu adalah menunjukkan kesungguhannya di dalam berdo’a atau meminta. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah dalam surat Al- Baqarah ayat 186 yang menyatakan :

”... IJUUBU DA’WATAD DAA’ I IDZAA DA’AANI...”

Artinya :
            ”... Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia (benar- benar) berdo’a kepada Ku...”

  1. Menghadap Kiblat Seraya Menadahkan Tangan
Berdo’a menghadap Kiblat di kala duduk sesudah shalat adalah saat yang paling tepat sembari menadahkan kedua tangan. Sebagaimana Abu Musa Al- Asy’ari r.a berkata :

”DA’AN NABIYYU SHALLAL LAAHU ’ALAIHI WA SALLAMA TSUMMA RAFA’A YADAIHI WARA-AIU BAYAADHA IBTHAIHI.”

Artinya :
            ”Nabi SAW berdo’a, beliau mengangkat kedua tangannya, dan aku melihat kedua ketiaknya yang putih.”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar