Selasa, 20 Oktober 2009

MENGAPA HARUS BERDO’A ?



Dengan mengetahui fungsi do’a, maka kita bisa berkesimpulan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan manusia harus berdo’a. Dimana beberapa faktor ini nanti sebagai jawaban judul bab di atas, yaitu Mengapa Harus Berdo’a?

Adapun sebab- sebab manusia harus berdo’a ialah :
  1. Sebab Manusia Makhluk Lemah.
Sebagaimana tersebut dalam firman Allah :

”WA KHULIQAL INSAANU DHA’ IIFAN.”

Artinya :
            ”Dan diciptakannya manusia itu dalam keadaan lemah.”
(Surat An- Nisa’ ayat 28)

Kelemahan manusia ini bisa dikabulkan dikala menghadapi bencana yang dirinya tidak bisa menanggulangi. Dimana pada akhirnya ia lari kepada Allah untuk berdo’a, memohon pertolongan dari- Nya.

  1. Sebab Adanya Perintah
Sebagaimana tersebut dalam firman Allah :
     
”UD’ UUNII ASTAJIB LAKUM.”
    
Artinya :
                  ”Berdo’alah kepada- Ku, niscaya Ku- kabulkan do’amu.”
(Surat Al- Mu’min ayat 60)

Berdo’a kepada Allah adalah merupakan keharusan bagi manusia yang tidak boleh ditinggalkan. Dan keharusan berdo’a ini disebabkan manusia banyak mengalami kekurangan. Dari itu manusia yang enggan berdo’a adalah manusia yang sombong, tidak menyadari akan dirinya sendiri. Ketahuilah, bahwa nanti dia akan mendapat murka di sisi Allah.

  1. Sebab Diri Merasa Terpanggil
Sebagaimana tersebut dalam firman Allah :
     
”FA IDZAA MASSAL INSAANA DHURRUN DA’ AANAA.”
    
Artinya :
                  “Dan apabila bencana menimpa manusia, ia berdo’a kepada Kami.”
(Surat Az- Zumar ayat 49)

Rupanya sudah menjadi naluri manusia, bahwa bila ia ditimpa suatu bencana yang sekiranya tidak bisa menghindar lalu ingat kepada Tuhannya dan berdo’a. Hal yang demikian ini, sebenarnya tidak boleh. Karena seakan- akan kamu pada waktu lapang dan sempit, karena bila kamu berdo’a pada waktu lapang, Tuhan akan ingat kamu pada waktu sempit.

  1. Sebab Masa Depan yang Belum Pasti
Sebagaimana tersebut dalam firman Allah :

”WA LAA TAQUULANNA LI SYAI-IN INNII FAA’ ILUNDZAALIKA GHADAN ILLA AN YASYAA- AL LAAHU.”
    
Artinya :
”Dan janganlah kamu katakan tentang sesuatu (pekerjaan) : ”Sesungguhnya aku akan mengerjakan yang demikian itu besok.””
(Surat Al- Kahfi ayat 23- 24)

Manusia tidak bisa menentukan dirinya untuk masa depan yang cerah. Oleh karena itu, manusia hanya bisa berencana namun pada hakekatnya, Tuhanlah yang menentukannya. Dan untuk mencapai masa depan yang cerah, manusia harus berdo’a, sebab dia tidak bisa menentukan kecerahan dirinya di masa depannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar